Maha Suci Allah yang telah menciptakan manusia dengan berpasang-pasangan. Dengan memohon Rahmat dan Ridho Allah SWT, kami bermaksud mengundang Saudara/i dalam acara resepsi pernikahan kami.
(QS Ar-Rum : 21)
Putra Dari :
Bapak La Ode Sunudi (Alm) & Ibu Wa Rio
Putri Dari :
Bapak La Kambera & Ibu Wa Rosi
*Kepada tamu undangan diharapkan untuk mengisi form kehadiran di bawah ini
Saya mengenalnya pada pagi hari, 1 Januari 2023.
Saat itu tidak ada percakapan, tidak ada janji, tapi entah kenapa sejak pandangan pertama, saya sudah jatuh cinta.
Perasaan itu saya pendam cukup lama. Sampai akhirnya di bulan November 2023, saya mendapatkan nomornya dengan cara yang tidak terduga. Lucu kalau diceritakan, tapi itulah kenyataannya.
Meski begitu, saya belum berani menghubunginya. Tanggal 2 Februari 2024, bertepatan dengan hari ulang tahunnya,saya memberanikan diri mengirim pesan. Hanya ucapan selamat ulang tahun. Setelah itu, saya kembali diam, hanya menjadi penonton story WhatsApp-nya.
Sampai suatu subuh,
dia justru menghubungiku lebih dulu.
Saat itu saya sedang menjadi anggota KPPS. Saya membalas pesannya dengan perasaan sangat bahagia. Saya sempat mengajaknya pulang bersama, namun dia menolak.
Setelah hari itu, tidak ada lagi komunikasi. Kami kembali dengan rutinitas kami dan tentu saya kembali memendam perasaan. Setiap hari wajahnya selalu terbayang,
bahkan hadir di dalam mimpiku. Pertengahan bulan Ramadan 2024, saya kembali memberanikan diri menghubunginya. Saya menceritakan mimpi saya tentang dirinya. Dia merespons dengan bercanda, katanya mungkin tidurku yang terlalu miring namun sejak hari itu, komunikasi kami justru menjadi semakin lancar.
Kami mulai sering chatting,
teleponan, video call,
bahkan saya datang ke rumahnya
untuk membantunya menyelesaikan pekerjaan sekolahnya. Setiap kesempatan saya manfaatkan sebaik mungkin. Saya benar-benar berusaha.
Beberapa bulan kami dekat, sempat muncul konflik yang hampir membuat saya kehilangan dia.
Namun karena perasaan saya yang begitu dalam, saya kembali meyakinkannya.
Tanggal 2 Juli 2024, saya kembali menyatakan cinta. Dan akhirnya saya diterima setelah 1 tahun 6 bulan penantian, usaha, dan doa yang tidak pernah berhenti.
Menjadi sepasang kekasih tentu tidak selalu mudah.
Ada perbedaan, salah paham, dan lelah. Namun kami sepakat,
masalah tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Harus dibicarakan dan diselesaikan saat itu juga.
Kami memilih berbicara, bukan pergi.
Awalnya, dia masih ragu untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.
Namun saya meyakinkannya,
bahwa saya tidak datang dengan janji manis. Saya datang dengan sikap yang jelas. Saya mendengarkan, menghargai, dan menunjukkan perhatian lewat hal-hal sederhana. Dari situlah dia yakin, bahwa saya bisa menjadi orang yang bisa diandalkan.
Sampai akhirnya kami sepakat,
hubungan ini kami bawa ke arah yang lebih baik: pernikahan.
Saya memilihnya bukan karena dia sempurna, tetapi karena bersamanya saya merasa tenang, aman, dihargai, dan diyakinkan.
Dan hari ini, kami melangkah bukan hanya dengan cinta,
tetapi dengan niat, doa, dan keyakinan
untuk menjalani hidup bersama.
Doa Restu Anda merupakan karunia yang sangat berarti bagi kami. Dan jika memberi adalah ungkapan tanda kasih Anda, Anda dapat memberi kado secara cashless.